Sikap dan kelakuan

Jika memang semua orang mempunyai sebuah sikap dan kelakuan yang baik mungkin hidup akan menjadi sebuah kehidupan yang harmonis, namun namanya juga orang banyak pasti sifat juga berbeda-beda. Pada dasarnya semua orang suka akan hal-hal kebaikan, meskipun seseorang itu memiliki sebuah sikap dan kelakuan yang kurang menyenangkan. Kita tahu sebuah sikap itu dapat terbentuk dari sebuah pergaulan dan kelakuan seseorang, bisa dikatakan demikian karena seseorang lebih cepat menyerap suatu masukan dari luar jika masukan tersebut diterima langsung oleh panca indra seseorang, disinilah dampak yang cukup besar bagi terbentuknya suatu sikap seseorang apakah itu baik atau tidak baik, dan disini suatu lingkungan juga berarti dalam pembentukan sikap namun bukan berarti jika lingkungan tersebut tidak baik maka seseorang tersebut juga bisa tidak baik, ada kalanya suatu pemikiran seseorang yang lebih dewasa mampu menolak hal-hal negatif seperti itu, dan akhirnya jika suatu sikap tersebut terbentuk maka kelakuanya pun akan mengikuti secara otomatis

Perangkat lunak(software)

Perangkat lunak

Langsung ke: navigasi, cari

Perangkat lunak atau piranti lunak adalah program komputer yang berfungsi sebagai sarana interaksi antara pengguna dan perangkat keras. Perangkat lunak dapat juga dikatakan sebagai ‘penterjemah’ perintah-perintah yang dijalankan pengguna komputer untuk diteruskan ke atau diproses oleh perangkat keras. Perangkat lunak ini dibagi menjadi 3 tingkatan: tingkatan program aplikasi (application program misalnya Microsoft Office), tingkatan sistem operasi (operating system misalnya Microsoft Windows), dan tingkatan bahasa pemrograman (yang dibagi lagi atas bahasa pemrograman tingkat tinggi seperti Pascal dan bahasa pemrograman tingkat rendah yaitu bahasa rakitan).

Perangkat lunak adalah program komputer yang isi instruksinya dapat diubah dengan mudah. Perangkat lunak umumnya digunakan untuk mengontrol perangkat keras (yang sering disebut sebagai device driver), melakukan proses perhitungan, berinteraksi dengan perangkat lunak yang lebih mendasar lainnya (seperti sistem operasi, dan bahasa pemrograman), dan lain-lain.

Hanya sebuah tulisan samar

mengapa disini saya membuat dengan judul sebuah tulisan samar Mungkin sadar atau tidak sadar dalam melakukan kegiatan sehari-hari pasti kita membuat tulisan, namun memang kebanyakan dari kita tidak memperdulikan hal itu,  sebagai contoh jika kita melakukan sebuah pekerjaan pasti secara tidak sengaja kita akan membuat tulisan, yang kemunkinan besar tulisan itu akan sangat berpengaruh dalam kehidupan kita

Microsoft Internet Security and Acceleration Server (ISA)

Microsoft Internet Security and Acceleration Server

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Microsoft Internet Security and Acceleration Server (ISA Server) adalah sebuah program yang didefinisikan oleh Microsoft sebagai “integrated edge security gateway“. Pertama kali dikenal sebagai Microsoft Proxy Server, ISA Server kemudian menjadi produk keamanan dan firewall untuk sistem-sistem berbasis Microsoft Windows yang didesain sedemikian rupa untuk mempublikasikan server web dan beberapa sistem server lainnya. ISA Server juga bisa menjadi firewall lapisan aplikasi, bertindak sebagai titik akhir dari koneksi Virtual Private Networking (VPN), dan menyediakan akses Internet untuk klien-klien di dalam lingkungan jaringan, dengan layanan proxy server.

ISA Server 2000 dan ISA Server 2004 juga bisa diperoleh dalam Microsoft Small Business Server, selain tentunya dalam bentuk ritel atau perangkat jadi (appliance) yang disediakan oleh penyedia pihak ketiga.

Daftar isi

// <![CDATA[//

Versi-versi ISA Server

Tanggal Versi
6 September 2008 Forefront Threat Management Gateway
17 Oktober 2006 ISA Server 2006 (versi internal: 5.0.5723.504)
2004 ISA Server 2004 (Versi internal: 4.0)
2000 ISA Server 2000 (Versi internal: 3.0)
1997 Proxy Server 2.0
1996 Proxy Server 1.0

Microsoft Proxy Server

Microsoft Proxy Server versi 1.0 dirilis pertama kali pada bulan Januari 1997, dan didesain sedemikian rupa agar berjalan di atas platform Windows NT 4.0. Proxy Server 1.0 merupakan produk dasar yang didesain untuk menyediakan akses Internet untuk klien dalam lingkungan jaringan area lokal melalui protokol TCP/IP. Meskipun terintegrasi dengan baik dengan Windows NT 4.0, Microsoft Proxy Server datang dengan fungsi yang sangat dasar dan hanya tersedia dalam satu edisi saja. Microsoft menghentikan dukungannya untuk Proxy Server 1.0 pada tanggal 31 Maret 2002.

Lalu, beberapa bulan berselang, Proxy Server versi 2.0 dirilis pada bulan Desember 1997, dan mencakup integrasi dengan manajemen akun dalam Windows NT, peningkatan kinerja untuk filter paket dan dukungan untuk protokol yang lebih luas. Proxy Server 2.0 ini juga telah dihentikan dukungannya oleh Microsoft semenjak 31 Desember 2004.

ISA Server 2000

Pada tanggal 18 Maret 2001, Microsoft merilis ISA Server 2000. ISA Server 2000 memperkenalkan dua edisi, yakni edisi Standard dan Enterprise dengan perbedaan pada fungsi High-Availability Clustering yang hanya dimiliki oleh edisi Enterprise. ISA Server 2000 membutuhkan Windows 2000 (edisi apa saja) dan juga bisa berjalan di atas Windows Server 2003. Sesuai dengan Microsoft Support Lifecycle Policy, ISA Server 2000 merupakan produk ISA pertama yang menggunakan kebijakan dukungan 10 tahun (support lifecycle) dengan 5 tahun dukungan mainstream dan 5 tahun dukungan tambahan. ISA Server 2000 akan mencapai waktunya pada tanggal 12 April 2011.

ISA Server 2004

Pada tanggal 8 September 2004, Microsoft memperbarui ISA Server dengan ISA Server 2004. ISA Server 2004 memperkenalkan dukungan multi-networking, konfigurasi VPN terintegrasi, model autentikasi yang variatif, dukungan firewall lapisan aplikasi, dukungan untuk protokol H.323, integrasi dengan Active Directory, SecureNAT, Secure Server Publishing, dan fitur manajemen dan pelaporan yang telah ditingkatkan. Konfigurasi berbasis rule dalam firewall juga telah disederhanakan, jika dibandingkan dengan ISA Server 2000.

ISA Server 2004 tersedia dalam dua edisi, Standard dan Enterprise. Setiap edisi ISA Server dilisensi per prosesor, dan membutuhkan paling tidak Windows Server 2003 Standard Edition atau Enterprise Edition 32-bit agar berjalan. Beberapa partner Microsoft juga menjual hardware appliance yang berbasis Windows Server 2003 Appliance Edition dan ISA Server 2004.

ISA Server 2006

Versi ISA Server paling baru saat ini adalah ISA Server 2006 yang dirilis pada tanggal 17 Oktober 2006. ISA Server didesain sedemikian rupa agar berjalan di atas Windows Server 2003 dan Windows Server 2003 Release 2, sementara Windows 2000 telah tidak didukung lagi sebagai platform di mana ISA Server 2006 berjalan. ISA Server 2006 dapat melakukan fungsi sebagai stateful packet inspection (SPI) serta application layer firewall, virtual private network, serta web cache, baik sebagai forward cache maupun reverse cache.

ISA Server 2006 memperkenalkan beberapa peningkatan dibandingkan dengan pendahulunya, ISA Server 2004, termasuk di antaranya adalah dukungan untuk melakukan autentikasi melalui protokol Secure Lightweight Directory Access Protocol (LDAPS) hingga mendukung banyak penyedia layanan LDAPS atau forest Active Directory, dukungan untuk Microsoft Exchange 2007, dukungan untuk mempublikasikan Microsoft SharePoint, menawarkan fungsi Single sign-on, dan lain-lain.

ISA Server 2006 hanya tersedia untuk mesin 32-bit x86 saja, dan hanya berjalan di atas keluarga sistem operasi Windows Server 2003 dan belum mendukung Windows Server 2008 mengingat dalam Windows Server 2008 terdapat perubahan drastis untuk kategori stack jaringan.

Microsoft Forefront Threat Management Gateway (TMG)

Versi selanjutnya dari ISA Server adalah Microsoft Forefront Threat Management Gateway (TMG) yang dirilis pada bulan September 2008, bersamaan dengan Windows Essential Business Server. Versi ini hanya berjalan di atas Windows Server 2008 x64 saja.

FTP (File Transfer Protokol)

FTP (File Transfer Protocol)

FTP server merupakan sebuah server yang memanfaatkan File Transfer Protocol (FTP) untuk keperluan transfer file antar mesin pada jaringan TCP/IP. FTP adalah sebuah protokol Internet yang berjalan di dalam lapisan aplikasi yang merupakan standar untuk pentransferan berkas komputer antar mesin-mesin dalam sebuah jaringan internet atau intranet.

FTP merupakan salah satu protokol Internet yang paling awal dikembangkan, dan masih digunakan hingga saat ini untuk melakukan proses download dan upload data. FTP Server dapat diakses menggunakan FTP klien yang berjalan pada modus Konsole / Terminal maupun modus GUI.

Berikut adalah cara melakukan setting FTP Server pada OpenSUSE menggunakan vsftpd. vsftpd terkenal sebagai ftp server yang handal dan tingkat securitynya cukup powerful.

INSTALASI & AKTIVASI

  1. Buka konsole / terminal (ALT + F2, konsole)
  2. Install paket vsftpd
  3. 1.sudo zypper in vsftpd
  4. Tambahkan service vsftpd
  5. 1.sudo chkconfig --add vsftpd
  6. Jalankan service vsftpd
  7. 1.sudo service vsftpd start
  8. Testing FTP Server
  9. 1.ftp localhost

    Testing FTP

KONFIGURASI TAMBAHAN

Secara default, FTP Server yang baru diinstall hanya memperbolehkan akses dengan authentikasi anonymous dan terbatas. File konfigurasi vsftpd terletak pada folder /etc/vsftpd.conf dan dapat diubah sesuai dengan kebutuhan. Silakan buka file konfigurasi tersebut dengan text editor.

Berikut adalah beberapa opsi yang didapat dimodifikasi :

  • Memperbolehkan anonymous mengakses file di server FTP.
  • 1.Anonymous_enable = YES
  • Untuk mengaktifkan supaya user yang login langsung tertuju pada home direktorinya masing-masing.
  • 1.Local_enable = YES
  • Melakukan setting hak akses yang diberikan pada user local.
  • 1.Local_umask = 022
  • Agar user anonymous diberi hak untuk upload data.
  • 1.Anon_upload_enable = YES
  • Agar user anonymous bisa membuat direktori.
  • 1.Anon_mkdir_write_enable = YES
  • Mengaktifkan pesan direktori.
  • 1.Dirmessage_enable = YES
  • Mengaktifkan log saat melakukan download dan upload.
  • 1.Xferlog_enable = YES
  • Mengaktifkan port transfer.
  • 1.Connect_from_port_20 = YES
  • Menentukan user yang dapat melakukan proses upload
  • 1.Chown_uploads = YES
    2.
    3.Chown_username =
  • Menentukan nama dan direktori file log
  • 1.Xferlog_file = /var/log/vsftpd.log
  • Mengaktifkan file log standar
  • 1.Xferlog_std_format = YES
  • Lama waktu timeout koneksi yang diberikan kepada user saat tidak download atau upload.
  • 1.Idle_session_timeout = 600
  • Lama waktu yang diberikan untuk download dan upload data.
  • 1.Data_connection_timeout =
  • Menentukan user yang tidak bisa mengakses FTP.
  • 1.Nopriv_user =
  • Banner FTP saat login.
  • 1.ftpd_banner = Selamat datang pada FTP Server Vavai...!

    Setelah melakukan perubahan, simpan file konfigurasi dan keluar dari text editor. Aktifkan ulang vsftpd

    1.chkconfig vsftpd on
    2.chkconfig xinetd on
    3.service vsftpd restart
  • Buat group untuk ftp-account:
  • 1.groupadd ftp-account
  • Buat home direktori buat ftp-account:
  • 1.mkdir /home/ftp-account/
  • Ubah hak akses direktori ftp-account:
  • 1.chmod 750 /home/ftp-account
  • Ubah kepemilikan direktori ftp-account:
  • 1.chown root.ftp-account /home/ftp-account
  • Buat user untuk akses FTP:
  • 1.useradd -g ftp-account -d /home/ftp-account vavai
  • Buat password untuk user vavai :
  • 1.passwd vavai

    new password:
    reenter new password:

  • Restart xinetd:
  • 1./etc/init.d/xinetd restart

KONFIGURASI FIREWALL UNTUK FTP

  1. Buka teks editor dalam akses root, misalnya kwrite dengan menekan tombol ALT+F2 dan mengetik perintah
    1.kdesu kwrite
  2. Buka / edit file /etc/sysconfig/SuSEfirewall2
  3. Berikan akses ftp pada variabel FW_SERVICES_EXT_TCP, contoh :
    1.FW_SERVICES_EXT_TCP="http https ftp"
  4. Aktifkan fungsi tracking dan NAT pada variabel FW_LOAD_MODULES, Contoh :
    1.<code>FW_LOAD_MODULES="ip_conntrack_ftp ip_nat_ftp"</code>
  5. Jalankan ulang service FTP Server
    1.service vsftpd restart

Perintah shell linux

PERINTAH SHELL LINUX

Table of contents

  1. Pendahuluan
  2. Pemrograman Shell
  3. Kebutuhan Dasar
  4. Simple Bash Script
  5. Variabel
    1. Environment variabel
    2. Positional parameter
    3. User defined variabel
  6. Simple I/O
    1. printf
    2. read
    3. Output dengan konstanta ansi
      1. pengaturan warna
      2. pengaturan posisi kursor
    4. Output dengan tput
  7. Seleksi & Perulangan
    1. Test & Operator
      1. Operator untuk integer
      2. Operator untuk string
      3. Operator untuk file
      4. Operator logika
    2. Seleksi
      1. if
      2. case
    3. Perulangan
  8. Array
  9. Subrutin
    1. Mengirim argumen ke fungsi
    2. Cakupan variabel

1. Pendahuluan

Apa itu shell ? shell adalah program (penterjemah perintah) yang menjembatani user dengan sistem operasi dalam hal ini kernel (inti sistem operasi), umumnya shell menyediakan prompt sebagai user interface, tempat dimana user mengetikkan perintah-perintah yang diinginkan baik berupa perintah internal shell (internal command), ataupun perintah eksekusi suatu file progam (eksternal command), selain itu shell memungkinkan user menyusun sekumpulan perintah pada sebuah atau beberapa file untuk dieksekusi sebagai program.

Macam – macam shell?

Tidak seperti sistem operasi lain yang hanya menyediakan satu atau 2 shell, sistem operasi dari keluarga unix misalnya linux sampai saat ini dilengkapi oleh banyak shell dengan kumpulan perintah yang sangat banyak, sehingga memungkinkan pemakai memilih shell mana yang paling baik untuk membantu menyelesaikan pekerjaannya, atau dapat pula berpindah-pindah dari shell yang satu ke shell yang lain dengan mudah, beberapa shell yang ada di linux antara lain:

  • Bourne shell(sh),
  • C shell(csh),
  • Korn shell(ksh),
  • Bourne again shell(bash),
  • dsb.

Masing – masing shell mempunyai kelebihan dan kekurangan yang mungkin lebih didasarkan pada kebutuhan pemakai yang makin hari makin meningkat, untuk dokumentasi ini shell yang digunakan adalah bash shell dari GNU, yang merupakan pengembangan dari Bourne shell dan mengambil beberapa feature (keistimewaan) dari C shell serta Korn shell, Bash shell merupakan shell yang cukup banyak digunakan pemakai linux karena kemudahan serta banyaknya fasilitas perintah yang disediakan.versi bash shell yang penulis gunakan adalah 2.04

[fajar@linux$]echo $BASH_VERSION

bash 2.04.12(1)-release

Mungkin saat anda membaca dokumentasi ini versi terbaru dari bash sudah dirilis dengan penambahan feature yang lain.

2. Pemrograman Shell ?

Yaitu menyusun atau mengelompokkan beberapa perintah shell (internal atupun eksternal command) menjadi kumpulan perintah yang melakukan tugas tertentu sesuai tujuan penyusunnya. Kelebihan shell di linux dibanding sistem operasi lain adalah bahwa shell di linux memungkinkan kita untuk menyusun serangkaian perintah seperti halnya bahasa pemrograman (interpreter language), melakukan proses I/O, menyeleksi kondisi, looping, membuat fungsi, dsb. adalah proses – proses yang umumnya dilakukan oleh suatu bahasa pemrograman, jadi dengan shell di linux kita dapat membuat program seperti halnya bahasa pemrograman, untuk pemrograman shell pemakai unix atau linux menyebutnya sebagai script shell.

3. Kebutuhan Dasar

Sebelum mempelajari pemrograman Bash shell di linux sebaiknya anda telah mengetahui dan menggunakan perintah – perintah dasar shell baik itu internal command yang telah disediakan shell maupun eksternal command atau utility, seperti

  • cd, pwd, times, alias, umask, exit, logout, fg, bg, ls, mkdir, rmdir, mv, cp, rm, clear, …
  • utilitas seperti cat, cut, paste, chmod, lpr,…
  • redirection (cara mengirim output ke file atau menerima input dari file), menggunakan operator redirect >, >>, <, <<, contohnya:

ls > data
hasil ls dikirim ke file data, jika file belum ada akan dibuat tetapi jika sudah ada isinya akan ditimpa.

ls >> data
hampir sama, bedanya jika file sudah ada maka isinya akan ditambah di akhir file.

cat < data
file data dijadikan input oleh perintah cat

  • pipa (output suatu perintah menjadi input perintah lain), operatornya : | , contoh:

ls -l | sort -s
ouput perintah ls -l (long) menjadi input perintah sort -s (urutkan secara descending), mending pake ls -l -r saja :-)

ls -l | sort -s | more

cat <data | sort > databaru

  • Wildcard dengan karakter *, ?, [ ], contohnya:

ls i*
tampilkan semua file yang dimulai dengan i

ls i?i
tampilkan file yang dimulai dengan i, kemudian sembarang karakter tunggal, dan diakhiri dengan i

ls [ab]*
tampilkan file yang dimulai dengan salah satu karakter a atau b

4. Simple Bash Script

Langkah awal sebaiknya periksa dulu shell aktif anda, gunakan perintah ps (report process status)

[fajar@linux$]ps

PID TTY          TIME CMD

219 tty1     00:00:00 bash

301 tty1     00:00:00 ps

bash adalah shell aktif di system saya, jika disystem anda berbeda misalnya csh atau ksh ubahlah dengan perintah change shell

[fajar@linux$]chsh

Password:

New shell [/bin/csh]:/bin/bash

Shell changed

atau dengan mengetikkan bash

[fajar@linux$]bash

sekarang coba anda ketikkan perintah dibawah ini pada prompt shell

echo “Script shell pertamaku di linux”

[fajar@linux$]echo “Script shell pertamaku di linux”

Script shell pertamaku di linux

string yang diapit tanda kutip ganda (double quoted) akan ditampilkan pada layar anda, echo adalah statement (perintah) built-in bash yang berfungsi menampilkan informasi ke standard output yang defaultnya adalah layar. jika diinginkan mengulangi proses tersebut, anda akan mengetikkan kembali perintah tadi, tapi dengan fasilitas history cukup menggunakan tombol panah kita sudah dapat mengulangi perintah tersebut, bagaimana jika berupa kumpulan perintah yang cukup banyak, tentunya dengan fasilitas hirtory kita akan kerepotan juga mengulangi perintah yang diinginkan apalagi jika selang beberapa waktu mungkin perintah-perintah tadi sudah tertimpa oleh perintah lain karena history mempunyai kapasitas penyimpanan yang ditentukan. untuk itulah sebaiknya perintah-perintah tsb disimpan ke sebuah file yang dapat kita panggil kapanpun diinginkan.

coba ikuti langkah – langkah berikut:

  1. Masuk ke editor anda, apakah memakai vi,pico,emacs,dsb…
  2. ketikkan perintah berikut

3.  #!/bin/bash

4.  echo “Hello, apa khabar”

  1. simpan dengan nama file tes
  2. ubah permission file tes menggunakan chmod

7.  [fajar@linux$]chmod 755 tes

  1. jalankan

9.  [fajar@linux$]./tes

kapan saja anda mau mengeksekusinya tinggal memanggil file tes tersebut, jika diinginkan mengeset direktory kerja anda sehingga terdaftar pada search path ketikkan perintah berikut

PATH=$PATH:.

setelah itu script diatas dapat dijalankan dengan cara

[fajar@linux$]tes

Hello, apa khabar

tanda #! pada /bin/bash dalam script tes adalah perintah yang diterjemahkan ke kernel linux untuk mengeksekusi path yang disertakan dalam hal ini program bash pada direktory /bin, sebenarnya tanpa mengikutkan baris tersebut anda tetap dapat mengeksekusi script bash, dengan catatan bash adalah shell aktif. atau dengan mengetikkan bash pada prompt shell.

[fajar@linux$]bash tes

tentunya cara ini kurang efisien, menyertakan path program bash diawal script kemudian merubah permission file sehingga dapat anda execusi merupakan cara yang paling efisien.

Sekarang coba kita membuat script shell yang menampilkan informasi berikut:

  1. Waktu system
  2. Info tentang anda
  3. jumlah pemakai yang sedang login di system

contoh scriptnya:

#!/bin/bash

#myinfo

#membersihkan tampilan layar

clear

#menampilkan informasi

echo -n “Waktu system   :”; date

echo -n “Anda           :”; whoami

echo -n “Banyak pemakai :”; who | wc -l

sebelum dijalankan jangan lupa untuk merubah permission file myinfo sehingga dapat dieksekusi oleh anda

[fajar@linux$]chmod 755 myinfo

[fajar@linux$]./myinfo

Waktu system   : Sat Nov 25  22:57:15 BORT 2001

Anda           : fajar

Banyak pemakai : 2

tentunya layout diatas akan disesuaikan dengan system yang anda gunakan statement echo dengan opsi -n akan membuat posisi kursor untuk tidak berpindah ke baris baru karena secara default statement echo akan mengakhiri proses pencetakan ke standar output dengan karakter baris baru (newline), anda boleh mencoba tanpa menggunakan opsi -n, dan lihat perbedaannya. opsi lain yang dapat digunakan adalah -e (enable), memungkinkan penggunaan backslash karakter atau karakter sekuen seperti pada bahasa C atau perl, misalkan :

echo -e “\abunyikan bell”

jika dijalankan akan mengeluarkan bunyi bell, informasi opsi pada statement echo dan backslash karakter selengkapnya dapat dilihat via man di prompt shell.

[fajar@linux$]man echo

5. Pemakaian Variabel

Secara sederhana variabel adalah pengenal (identifier) berupa satuan dasar penyimpanan yang isi atau nilainya sewaktu-waktu dapat berubah baik oleh eksekusi program (runtime program) ataupun proses lain yang dilakukan sistem operasi. dalam dokumentasi ini saya membagi variabel menjadi 3 kategori:

  1. Environment Variable
  2. Positional Parameter
  3. User Defined Variable

5.1. Environment Variable

atau variabel lingkungan yang digunakan khusus oleh shell atau system linux kita untuk proses kerja system seperti variabel PS1, PS2, HOME, PATH, USER, SHELL,dsb…jika digunakan akan berdampak pada system, misalkan variabel PS1 yang digunakan untuk mengeset prompt shell pertama yaitu prompt tempat anda mengetikkan perintah – perintah shell (defaultnya “\s-\v\$”), PS2 untuk prompt pelengkap perintah, prompt ini akan ditampilkan jika perintah yang dimasukkan dianggap belum lengkap oleh shell (defaultnya “>”). anda dapat mengeset PS1 dan PS2 seperti berikut.

simpan dahulu isi PS1 asli system anda, sehingga nanti dapat dengan mudah dikembalikan

[fajar@linux$]PS1LAMA=$PS1

sekarang masukkan string yang diinginkan pada variabel PS1

[fajar@linux$]PS1=”Hi ini Promptku!”

Hi ini Promptku!PS2=”Lengkapi dong ? “

maka prompt pertama dan kedua akan berubah, untuk mengembalikan PS1 anda ke prompt semula ketikkan perintah

[fajar@linux$]PS1=$PS1LAMA

Jika anda ingin mengkonfigurasi prompt shell, bash telah menyediakan beberapa backslash karakter diantaranya adalah:

\a ASCII bell character (07)
\d date dengan format “Weekday Month Date” (misalnya “Tue May 26″)
\e ASCII escape character (033)
\H hostname (namahost)
\n newline (karakter baru)
\w Direktory aktif
\t time dalam 24 jam dengan format HH:MM:SS
dll man bash:-)

contoh pemakaiannya:

[fajar@linux$]PS1=”[\t][\u@\h:\w]\$”

agar prompt shell hasil konfigurasi anda dapat tetap berlaku (permanen) sisipkan pada file .bashrc atau .profile

5.2. Positional Parameter

atau parameter posisi yaitu variabel yang digunakan shell untuk menampung argumen yang diberikan terhadap shell baik berupa argumen waktu sebuah file dijalankan atau argumen yang dikirim ke subrutin. variabel yang dimaksud adalah 1,2,3,dst..lebih jelasnya lihat contoh script berikut :

#!/bin/bash

#argumen1

echo $1 adalah salah satu $2 populer di $3

Hasilnya

[fajar@linux$]./argumen1 bash shell linux

bash adalah salah satu shell populer di linux

ada 3 argumen yang disertakan pada script argumen1 yaitu bash, shell, linux, masing2 argumen akan disimpan pada variabel 1,2,3 sesuai posisinya. variabel spesial lain yang dapat digunakan diperlihatkan pada script berikut:

#!/bin/bash

#argumen2

clear

echo “Nama script anda : $0″;

echo “Banyak argumen   : $#”;

echo “Argumennya adalah: $*”;

Hasilnya:

[fajar@linux$]./argumen 1 2 3 empat

Nama script anda  : ./argumen

Banyak argumen    : 4

Argumennya adalah : 1 2 3 empat

5.3. User Defined Variable

atau variabel yang didefinisikan sendiri oleh pembuat script sesuai dengan kebutuhannya, beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mendefenisikan variabel adalah:

  • dimulai dengan huruf atau underscore
  • hindari pemakaian spesial karakter seperti *,$,#,dll…
  • bash bersifat case sensitive, maksudnya membedakan huruf besar dan kecil, a berbeda dengan A, nama berbeda dengan Nama,NaMa,dsb..

untuk mengeset nilai variabel gunakan operator assignment (pemberi nilai)”=”, contohnya :

myos=”linux”        #double-quoted

nama=’pinguin’      #single-quoted

hasil=`ls -l`;      #back-quoted

angka=12

kalau anda perhatikan ada 3 tanda kutip yang kita gunakan untuk memberikan nilai string ke suatu variabel, adapun perbedaannya adalah:

  • dengan kutip ganda (double-quoted), bash mengizinkan kita untuk menyisipkan variabel di dalamnya. contohnya:
  • #!/bin/bash
  • nama=”pinguin”
  • kata=”Hi $nama, apa khabarmu”    #menyisipkan variabel nama
  • echo $kata;

Hasilnya:

Hi pinguin, apa khabarmu

  • dengan kutip tunggal (single-quoted), akan ditampilkan apa adanya. contohnya:
  • #!/bin/bash
  • nama=”pinguin”
  • kata=’Hi $nama, apa khabarmu’    #menyisipkan variabel nama
  • echo $kata;

Hasilnya:

Hi $nama, apa khabarmu

  • dengan kutip terbalik (double-quoted), bash menerjemahkan sebagai perintah yang akan dieksekusi, contohnya:
  • #!/bin/bash
  • hapus=`clear`;
  • isi=`ls -l`;        #hasil dari perintah ls -l disimpan di variabel isi
  • #hapus layar
  • echo $hapus
  • #ls -l
  • echo $isi;

Hasilnya: silahkan dicoba sendiri

Untuk lebih jelasnya lihat contoh berikut:

#!/bin/bash

#varuse

nama=”fajar”

OS=’linux’

distro=”macam-macam, bisa slackware,redhat,mandrake,debian,suse,dll”

pc=1

hasil=`ls -l $0`

clear

echo -e “Hi $nama,\npake $OS\nDistribusi, $distro\nkomputernya, $pc buah”

echo “Hasil ls -l $0 adalah =$hasil”

Hasilnya:

[fajar@linux$]./varuse

Hi fajar,

pake linux Distribusi, macam-macam, bisa slackware,redhat,mandrake,debian,suse,dll

komputernya, 1 buah

Hasil ls -l ./varuse adalah -rwxr-xr-x 1 fajar users 299 Nov 21 06:24 ./varuse

untuk operasi matematika ada 3 cara yang dapat anda gunakan, dengan statement builtin let atau expr atau perintah subtitusi seperti contoh berikut:

#!/bin/bash

#mat1

a=10

b=5

#memakai let

let jumlah=$a+$b

let kurang=$a-$b

let kali=$a*$b

#memakai expr

bagi=`expr $a / $b`

#memakai perintah subtitusi $((ekspresi))

modul =$(($a%$b))  #sisa pembagian

echo “$a+$b=$jumlah”

echo “$a-$b=$kurang”

echo “$a*$b=$kali”

echo “$a/$b=$bagi”

echo “$a%$b=$mod”

Hasilnya:

[fajar@linux$]./mat1

10+5=15

10-5=5

10*5=50

10/5=2

10%5=0

fungsi expr begitu berdaya guna baik untuk operasi matematika ataupun string contohnya:

[fajar@linux$]mystr=”linux”

[fajar@linux$]expr length $mystr

5

Mungkin anda bertanya – tanya, apakah bisa variabel yang akan digunakan dideklarasikan secara eksplisit dengan tipe data tertentu?, mungkin seperti C atau pascal, untuk hal ini oleh Bash disediakan statement declare dengan opsi -i hanya untuk data integer (bilangan bulat). Contohnya:

#!/bin/bash

declare -i angka

angka=100;

echo $angka;

apabila variabel yang dideklarasikan menggunakan declare -iternyata anda beri nilai string (karakter), maka Bash akan mengubahnya ke nilai 0, tetapi jika anda tidak menggunakannya maka dianggap sebagai string.

6. Simple I/O

I/O merupakan hal yang mendasar dari kerja komputer karena kapasitas inilah yang membuat komputer begitu berdayaguna. I/O yang dimaksud adalah device yang menangani masukan dan keluaran, baik itu berupa keyboard, floppy, layar monitor,dsb. sebenarnya kita telah menggunakan proses I/O ini pada contoh -contoh diatas seperti statement echo yang menampilkan teks atau informasi ke layar, atau operasi redirect ke ke file. selain echo, bash menyediakan perintah builtin printf untuk mengalihkan keluaran ke output standard, baik ke layar ataupun ke file dengan format tertentu, mirip statement printf kepunyaan bahasa C atau perl. berikut contohnya:

6.1 Output dengan printf

#!/bin/bash

#pr1

url=”pemula.linux.or.id”;

angka=32;

printf “Hi, Pake printf ala C\n\t\a di bash\n”;

printf “My url %s\n %d decimal = %o octal\n” $url $angka $angka;

printf “%d decimal dalam float = %.2f\n” $angka $angka

Hasilnya:

[fajar@linux$]./pr1

Hi, Pake printf ala C

di bash

My url  pemula.linux.or.id

32 decimal = 40 octal

32 decimal dalam float = 32.00

untuk menggunakan format kontrol sertakan simbol %, bash akan mensubtitusikan format tsb dengan isi variabel yang berada di posisi kanan sesuai dengan urutannya jika lebih dari satu variabel, \n \t \a adalah karakter sekuen lepas newline,tab, dan bell,

Format control keterangan
%d untuk format data integer
%o octal
%f float atau decimal
%x Hexadecimal

pada script diatas %.2f akan mencetak 2 angka dibelakang koma, defaultnya 6 angka, informasi lebih lanjut dapat dilihat via man printf

6.2 Input dengan read

Setelah echo dan printf untuk proses output telah anda ketahui, sekarang kita menggunakan statement read yang cukup ampuh untuk membaca atau menerima masukan dari input standar

syntax :

read -opsi [nama_variabel...]

berikut contoh scriptnya:

#!/bin/bash

#rd1

echo -n “Nama anda :”

read nama;

echo    “Hi $nama,  apa khabarmu”;

echo    “Pesan dan kesan :”;

read

echo    “kata $nama, $REPLY”;

Hasilnya:

[fajar@linux$]./rd1

Nama anda : pinguin

Hi pinguin, apa khabarmu

Pesan & kesan :

pake linux pasti asyk – asyk aja

kata pinguin, pake linux pasti asyk – asyk aja

jika nama_variabel tidak disertakan, maka data yang diinput akan disimpan di variabel REPLY contoh lain read menggunakan opsi
-t(TIMEOUT), -p (PROMPT), -s(SILENT), -n (NCHAR) dan -d(DELIM)

#!/bin/bash

read -p “User Name : ” user

echo -e “Password 10 karakter,\njika dalam 6 second tidak dimasukkan pengisian password diakhiri”

read -s -n 10 -t 6 pass

echo    “kesan anda selama pake linux, _underscore=>selesai”

read -d _ kesan

echo    “User = $user”

echo    “Password = $pass”

echo    “Kesan selama pake linux = $kesan”

Hasilnya: silahkan dicoba sendiri :-)

Opsi Keterangan
-p memungkinkan kita membuat prompt sebagai informasi pengisian
-s membuat input yang dimasukkan tidak di echo ke layar (seperti layaknya password di linux)
-n menentukan banyak karakter yang diinput
-d menentukan karakter pembatas masukan

informasi secara lengkap lihat man bash

6.3. Output dengan konstanta ANSI

6.3.1. Pengaturan Warna

Untuk pewarnaan tampilan dilayar anda dapat menggunakan konstanta ANSI (salah satu badan nasional amerika yang mengurus standarisasi).

syntaxnya:

33[warnam

Dimana:
m menandakan setting color

contohnya:

[fajar@linux$]echo -e “33[31m HELLO33[0m"

HELLO

konstanta 31m adalah warna merah dan 0m untuk mengembalikan ke warna normal (none), tentunya konstanta warna ansi ini dapat dimasukkan ke variabel PS1 untuk mengatur tampilan prompt shell anda, contohnya:

[fajar@linux$]PS1=”33[34m"

[fajar@linux$]

berikut daftar warna yang dapat anda gunakan:

foreground

None    0m

Black       0;30     Dark Gray     1;30

Red         0;31     Light Red     1;31

Green       0;32     Light Green   1;32

Brown       0;33     Yellow        1;33

Blue        0;34     Light Blue    1;34

Purple      0;35     Light Purple  1;35

Cyan        0;36     Light Cyan    1;36

Light Gray  0;37     White         1;37

background

dimulai dengan 40 untuk BLACK,41 RED,dst

lain-lain

4 underscore,5 blink, 7 inverse

tentunya untuk mendapatkan tampilan yang menarik anda dapat menggabungkannya antara foreground dan background

[fajar@linux$]echo -e “33[31;1;33m Bash and ansi color33[0m"

Bash and ansi color

6.3.2 Pengaturan posisi kursor

sedangkan untuk penempatan posisi kursor, dapat digunakan salah satu cara dibawah.

  • Menentukan posisi baris dan kolom kursor:
  • 33[baris;kolomH
  • 33[NA
  • 33[NB
  • 33[NC
  • 33[ND
  • Pindahkan kursor keatas N baris:
  • Pindahkan kursor kebawah N baris:
  • Pindahkan kursor kedepan N kolom:
  • Pindahkan kursor kebelakang N kolom:

Contohnya:

#!/bin/bash

SETMYCOLOR="33[42;1;37m"

GOTOYX="33[6;35H"

clear

echo -e "33[3;20H INI DIBARIS 3, KOLOM 20"

echo -e "33[44;1;33;5m33[5;35H HELLO33[0m";

echo -e "$SETMYCOLOR$GOTOYX ANDA LIHAT INI33[0m"

Hasilnya: Silahkan dicoba sendiri

Menggunakan utulity tput untuk penempatan posisi kursor

kita dapat pula mengatur penempatan posisi kursor di layar dengan memanfaatkan utility tput,

syntaxnya:

tput cup baris kolom

contohnya:

#!/bin/bash

clear

tput cup 5 10

echo  "HELLO"

tput cup 6 10

echo  "PAKE TPUT"

jika dijalankan anda akan mendapatkan string HELLO di koordinat baris 5 kolom 10, dan string PAKE TPUT dibaris 6 kolom 10. informasi selengkapnya tentang tput gunakan man tput, atau info tput

7. Seleksi dan Perulangan

Bagian ini merupakan ciri yang paling khas dari suatu bahasa pemrograman dimana kita dapat mengeksekusi suatu pernyataan dengan kondisi terntentu dan mengulang beberapa pernyataan dengan kode script yang cukup singkat.

7.1 test dan operator

test adalah utility sh shell yang berguna untuk memeriksa informasi tentang suatu file dan berguna untuk melakukan perbandingan suatu nilai baik string ataupun numerik

syntaxnya: test ekspresi

proses kerja test yaitu dengan mengembalikan sebuah informasi status yang dapat bernilai 0 (benar) atau 1 (salah) dimana nilai status ini dapat dibaca pada variabel spesial $?.

[fajar@linux$]test 5 -gt 3

[fajar@linux$]echo $?

0

pernyataan 5 -gt (lebih besar dari) 3 yang dievaluasi test menghasilkan 0 pada variabel status $? itu artinya pernyataan tersebut benar tetapi coba anda evaluasi dengan expresi berikut

[fajar@linux$]test 3 -lt 1

[fajar@linux$]echo $?

1

status bernilai 1, berarti pernyataan salah.

anda lihat simbol -gt dan -lt, itulah yang disebut sebagai operator, secara sederhana operator adalah karakter khusus (spesial) yang melakukan operasi terhadap sejumlah operand, misalkan 2+3, “+” adalah operator sedangkan 2 dan 3 adalah operandnya, pada contoh test tadi yang bertindak sebagai oparatornya adalah -lt dan -gt, sedangkan bilangan disebelah kiri dan kanannya adalah operand. cukup banyak operator yang disediakan bash antara lain:

7.1.1. Operator untuk integer

Operator Keterangan
bil1 -eq bil2 Mengembalikan Benar jika bil1 sama dengan bil2
bil1 -ne bil2 -||- Benar jika bil1 tidak sama dengan bil2
bil1 -lt bil2 -||- Benar jika bil1 lebih kecil dari bil2
bil1 -le bil2 -||- Benar jika bil1 lebih kecil atau sama dengan bil2
bil1 -gt bil2 -||- Benar jika bil1 lebih besar dari bil2
bil1 -ge bil2 -||- Benar jika bil1 lebih besar atau sama dengan bil2

7.1.2. Operasi string

Operator Keterangan
-z STRING Mengembalikan Benar jika panjang STRING adalah zero
STRING1 == STRING2 -||- Benar jika STRING1 sama dengan STRING2

7.1.3 Operator file

Operator Keterangan
-f FILE Mengembalikan Benar jika FILE ada dan merupakan file biasa
-d FILE -||- Benar jika FILE ada dan meruapakan direktory

7.1.3 Operator logika

ekspr1 -o ekspr2 Benar jika jika salah satu ekspresi benar (or,||)
ekspr1 -a ekspr2 Benar jika ekspresi1 dan ekspresi2 benar (and,&&)
! ekspresi Mengembalikan Benar jika ekspresi tidak benar (not!)

untuk informasi lebih lengkap man bash atau info bash di prompt shell anda.

7.2. Seleksi

7.2.1 if

Statement builtin if berfungsi untuk melakukan seleksi berdasarkan suatu kondisi tertentu

syntax:

if test-command1;

then

perintah1;

elif test-command2;

then

perintah2;

else

alternatif_perintah;

fi

contoh script if1:

#!/bin/bash

#if1

clear;

if [ $# -lt 1 ];

then

echo “Usage : $0 [arg1 arg2 ...]“

exit 1;

fi

echo “Nama script anda : $0″;

echo “Banyak argumen   : $#”;

echo “Argumennya adalah: $*”;

Hasilnya:

[fajar@linux$]./if1

Usage : ./if1 [arg1 arg2 ...]

statement dalam blok if…fi akan dieksekusi apabila kondisi if terpenuhi, dalam hal ini jika script if1 dijalankan tanpa argumen. kita tinggal membaca apakah variabel $# lebih kecil (less than) dari 1, jika ya maka eksekusi perintah di dalam blok if ..fi tsb. perintah exit 1 akan mengakhiri jalannya script, angka 1 pada exit adalah status yang menandakan terdapat kesalahan, status 0 berarti sukses, anda dapat melihat isi variabel $? yang menyimpan nilai status exit, tetapi jika anda memasukkan satu atau lebih argumen maka blok if…fi tidak akan dieksekusi, statement diluar blok if..filah yang akan dieksekusi.

contoh script if2:

#!/bin/bash

kunci=”bash”;

read -s -p “Password anda : ” pass

if [ $pass==$kunci ]; then

echo “Sukses, anda layak dapat linux”

else

echo “Wah sorry, gagal nih”;

fi

Hasilnya

[fajar@linux$]./if2

Password anda : bash

Sukses, anda layak dapat linux

[fajar@linux$]./if2

Password anda : Bash

Wah sorry, gagal nih

klausa else akan dieksekusi jika if tidak terpenuhi, sebaliknya jika if terpenuhi maka else tidak akan dieksekusi

contoh script if3: penyeleksian dengan kondisi majemuk

#!/bin/bash

clear

echo “MENU HARI INI”;

echo “————-”;

echo “1. Bakso     “;

echo “2. Gado-Gado “;

echo “3. Exit      “;

read -p “Pilihan anda [1-3] :” pil;

if [ $pil -eq 1 ];

then

echo “Banyak mangkuk =”;

read jum

let bayar=jum*1500;

elif [ $angka -eq 2 ];

then

echo “Banyak porsi =”;

read jum

let bayar=jum*2000;

elif [ $angka -eq 3 ];

then

exit 0

else

echo “Sorry, tidak tersedia”

exit 1

fi

echo “Harga bayar = Rp. $bayar”

echo “THX”

Hasilnya:

[fajar@linux$]./if3

MENU HARI INI

————-

1. Bakso

2. Gado-Gado

3. Exit

Pilihan anda :2

Banyak porsi = 2

Harga bayar = Rp. 4000

THX

7.2.2. statement builtin case

seperti halnya if statement case digunakan untuk menyeleksi kondisi majemuk, dibanding if, pemakaian case terasa lebih efisien

syntax:

case WORD in [ [(] PATTERN [| PATTERN]…) COMMAND-LIST ;;]…

esac

contoh script cs1

#!/bin/bash

clear

echo -n “Masukkan nama binatang :”;

read binatang;

case $binatang in

pinguin | ayam | burung ) echo “$binatang berkaki 2″

break

;;

onta | kuda | anjing ) echo “$binatang berkaki 4″

break

;;

*) echo “$binatang blom didaftarkan”

break

;;

esac

Hasilnya:

[fajar@linux$]./cs1

Masukkan nama binatang : pinguin

pinguin berkaki 2

7.3. Perulangan

7.3.1. statement for

syntax:

for NAME [in WORDS ...]; do perintah; done

contoh script for1

#!/bin/bash

for angka in 1 2 3 4 5;

do

echo “angka=$angka”;

done

Hasilnya:

[fajar@linux$]./for1

angka=1

angka=2

angka=3

angka=4

angka=5

contoh script for2 berikut akan membaca argumen yang disertakan waktu script dijalankan

#!/bin/bash

for var

do

echo $var

done

Hasilnya:

[fajar@linux$]./for2 satu 2 tiga

satu

2

tiga

atau variasi seperti berikut

#!/bin/bash

for var in `cat /etc/passwd`

do

echo $var

done

Hasilnya: hasil dari perintah cat terhadap file /etc/passwd disimpan ke var dan ditampilkan menggunakan echo $var ke layar, mendingan gunakan cat /etc/passwd saja biar efisien. :-)

7.3.2. statement while

selama kondisi bernilai benar atau zero perintah dalam blok while akan diulang terus

syntax:

while KONDISI; do perintah; done;

contoh script wh1 mencetak bilangan ganjil antara 1-10

#!/bin/bash

i=1;

while [ $i -le 10 ];

do

echo “$i,”;

let i=$i+2;

done

Hasilnya:

[fajar@linux$]./wh1

1,3,5,7,9,

kondisi tidak terpenuhi pada saat nilai i=11 (9+2), sehingga perintah dalam blokwhile tidak dieksekusi lagi
contoh script wh2 akan menghitung banyak bilangan genap dan ganjil yang ada.

#!/bin/bash

i=0;

bil_genap=0;

bil_ganjil=0;

echo -n “Batas loop :”;

read batas

if [ -z $batas ] || [ $batas -lt 0 ]; then

echo “Ops, tidak boleh kosong atau Batas loop  harus >= 0″;

exit 0;

fi

while [ $i -le $batas ];

do

echo -n “$i,”;

if [ `expr  $i % 2` -eq 0 ]; then

let bil_genap=$bil_genap+1;

else

let bil_ganjil=$bil_ganjil+1;

fi

let i=$i+1;    #counter untuk mencapai batas

done

echo

echo “banyak bilangan genap  = $bil_genap”;

echo “banyak bilangan ganjil = $bil_ganjil”;

Hasilnya:

[fajar@linux$]./wh2

Batas loop : 10

0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,

banyak bilangan genap  = 6

banyak bilangan ganjil = 5

untuk mengetahui apakah nilai i berupa bilangan genap kita cukup menggunakan operasi matematika % (mod), jika nilai i dibagi 2 menghasilkan sisa 0 berarti i adalah bilangan genap (semua bilangan genap yang dibagi dengan 2 mempunyai sisa 0) maka pencacah (bil_genap) dinaikkan 1, selain itu i bilangan ganjil yang dicatat oleh pencacah bil_ganjilproses ini dilakukan terus selama nilai i lebih kecil atau samadengan nilai batas yang dimasukkan. script juga akan memeriksa dahulu nilai batas yang dimasukkan apabila kosong atau lebih kecil dari 0 maka proses segera berakhir.tentunya dengan statement while kita sudah dapat membuat perulangan pada script kedai diatas agar dapat digunakan terus-menerus selama operator masih ingin melakukan proses perhitungan. lihat contoh berikut:

#!/bin/bash

#kedai

lagi=’y’

while  [ $lagi == 'y' ] || [ $lagi == 'Y' ];

do

clear

echo “MENU HARI INI”;

echo “————-”;

echo “1. Bakso      “;

echo “2. Gado-Gado  “;

echo “3. Exit       “;

read -p “Pilihan anda [1-3] :” pil;

if [ $pil -eq 1 ];

then

echo -n “Banyak mangkuk =”;

read jum

let bayar=jum*1500;

elif [ $pil -eq 2 ];

then

echo -n “Banyak porsi =”;

read jum

let bayar=jum*2000;

elif [ $pil -eq 3 ];

then

exit 0

else

echo “Sorry, tidak tersedia”

exit 1

fi

echo “Harga bayar = Rp. $bayar”

echo “THX”

echo

echo -n “Hitung lagi (y/t) :”;

read lagi;

#untuk validasi input

while  [ $lagi != 'y' ] && [ $lagi != 'Y' ] && [ $lagi != 't' ] && [ $lagi != 'T' ];

do

echo “Ops, isi lagi dengan (y/Y/t/Y)”;

echo -n “Hitung lagi (y/t) :”;

read lagi;

done

done

proses pemilihan menu dan perhitungan biaya akan diulang terus selama anda memasukkan y/Y dan t/T untuk berhenti. dalam script terdapat validasi input menggunakan while, sehingga hanya y/Y/t/T saja yang dapat diterima soalnya saya belum mendapatkan fungsi yang lebih efisien :-)

7.3.3. statement until

jika while akan mengulang selama kondisi benar, lain halnya dengan statement until yang akan mengulang selama kondisi salah.
berikut contoh script ut menggunakan until

#!/bin/bash

i=1;

until [ $i -gt 10 ];

do

echo $i;

let i=$i+1

done

Hasilnya:

[fajar@linux$]./ut

1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,

perhatikan kodisi until yang salah [ $i -gt 10], dimana nilai awal i=1 dan akan berhenti apabila nilai i = 11 (bernilai benar) 11 -gt 10.

7.3.4. statement select

selectberguna untuk pembuatan layout berbentuk menu pilihan, anda lihat contoh script pembuatan menu diatas kita hanya melakukannya dengan echo secara satu persatu, dengan select akan terlihat lebih efisien.

syntax:

select varname in (&ltitem list>); do perintah; done

sewaktu dijalankan bash akan menampilkan daftar menu yang diambil dari item list, serta akan menampilkan prompt yang menunggu masukan dari keyboard, masukan tersebut oleh bash disimpan di variabel builtin REPLY, apabila daftar item list tidak dituliskan maka bash akan mengambil item list dari parameter posisi sewaktu script dijalankan. lebih jelasnya lihat contoh berikut:

#!/bin/bash

#menu1

clear

select menu

do

echo “Anda memilih $REPLY yaitu $menu”

done

Hasilnya:

layout:

[fajar@linux$]./menu1 Slackware Redhat Mandrake

1) Slackware

2) Redhat

3) Mandrake

#? 1

Anda memilih 1 yaitu Slackware

karena item list tidak disertakan dalam script, maka sewaktu script dijalankan kita menyertakan item list sebagai parameter posisi, coba gunakan statement select pada program kedai diatas.

#!/bin/bash

#kedai

lagi=’y’

while  [ $lagi == 'y' ] || [ $lagi == 'Y' ];

do

clear

select menu in “Bakso” “Gado-Gado” “Exit”;

case $REPLY in

1) echo -n “Banyak mangkuk =”;

read jum

let bayar=jum*1500;

;;

2) echo -n “Banyak porsi =”;

read jum

let bayar=jum*2000;

;;

3) exit 0

;;

*) echo “Sorry, tidak tersedia”

;;

esac

do

echo “Harga bayar = Rp. $bayar”

echo “THX”

echo

echo -n “Hitung lagi (y/t) :”;

read lagi;

#untuk validasi input

while  [ $lagi != 'y' ] && [ $lagi != 'Y' ] && [ $lagi != 't' ] && [ $lagi != 'T' ];

do

echo “Ops, isi lagi dengan (y/Y/t/Y)”;

echo -n “Hitung lagi (y/t) :”;

read lagi;

done

done

8. Array

adalah kumpulan variabel dengan tipe sejenis, dimana array ini merupakan feature Bash yang cukup indah :-) dan salah satu hal yang cukup penting dalam bahasa pemrograman, anda bisa membayangkan array ini sebagai tumpukan buku – buku dimeja belajar. lebih jelasnya sebaiknya lihat dulu contoh script berikut:

#!/bin/bash

#array1

buah=(Melon,Apel,Durian);

echo ${buah[*]};

Hasilnya:

[fajar@linux$]./array1.

Melon,Apel,Durian

anda lihat bahwa membuat tipe array di Bash begitu mudah, secara otomatis array buah diciptakan dan string Melon menempati index pertama dari array buah, perlu diketahui bahwa array di Bash dimulai dari index 0, jadi array buah mempunyai struktur seperti berikut:

buah[0] berisi Melon

buah[1] berisi Apel

buah[2] berisi Durian

0,1,2 adalah index array, berarti ada 3 elemen pada array buah, untuk menampilkan isi semua elemen array gunakan perintah subtitusi seperti pada contoh diatas, dengan index berisi “*” atau “@”. dengan adanya index array tentunya kita dapat mengisi array perindexnya dan menampilkan isi array sesuai dengan index yang diinginkan. anda lihat contoh berikut:

#!/bin/bash

#array2

bulan[0]=31

bulan[1]=28

bulan[2]=31

bulan[3]=30

bulan[4]=31

bulan[5]=30

bulan[6]=31

bulan[7]=31

bulan[8]=30

bulan[9]=31

bulan[10]=30

bulan[11]=31

echo “Banyak hari dalam bulan November adalah ${bulan[10]} hari”

Hasilnya:

[fajar@linux$]./array2

Banyak hari dalam bulan November adalah 30 hari

sebenarnya kita dapat mendeklarasikan array secara eksplisit menggunakan statement declare

contohnya:

declare -a myarray

mendeklarasikan variabel myarray sebagai array dengan opsi -a, kemudian anda sudah dapat memberinya nilai baik untuk semua elemen atau hanya elemen tertentu saja dengan perulangan yang telah kita pelajari pengisian elemen array dapat lebih dipermudah, lihat contoh :

#!/bin/bash

#array3

#deklarasikan variabel array

declare -a angka

#clear

i=0;

while [ $i -le 4 ];

do

let isi=$i*2;

angka[$i]=$isi;

let i=$i+1;

done

#tampilkan semua elemen array

#dengan indexnya berisi “*” atau “@”

echo ${angka[*]};

#destroy array angka (memory yang dipakai dibebaskan kembali)

unset angka

Hasilnya:

[fajar@linux$]./array3

0 2 4 6 8

9. Subrutin atau Fungsi

merupakan bagian script atau program yang berisi kumpulan beberapa statement yang melaksanakan tugas tertentu. dengan subrutin kode script kita tentunya lebih sederhana dan terstruktur, karena sekali fungsi telah dibuat dan berhasil maka akan dapat digunakan kapan saja kita inginkan. beberapa hal mengenai fungsi ini adalah:

  • Memungkinkan kita menyusun kode script ke dalam bentuk modul-modul kecil yang lebih efisien dengan tugasnya masing-masing.
  • Mencegah penulisan kode yang berulang – ulang.

untuk membuat subrutin shell telah menyediakan keyword function seperti pada bahasa C, akan tetapi ini bersifat optional (artinya boleh digunakan boleh tidak).

syntax:

function nama_fungsi() { perintah; }

nama_fungsi adalah pengenal (identifier) yang aturan penamaannya sama seperti pemberian nama variabel, setelah fungsi dideklarasikan atau dibuat anda dapat memaggilnya dengan menyebutkan nama fungsinya. lebih jelasnya lihat contoh script fungsi1 berikut:

#!/bin/bash

function say_hello() {

echo “Hello, apa kbabar”

}

#panggil fungsi

say_hello;

#panggil sekali lagi

say_hello;

Hasilnya:

[fajar@linux$]./fungsi1

Hello, apa khabar

Hello, apa khabar

jika keyword function disertakan maka kita boleh tidak menggunakan tanda kurung (), tetapi jika keyword function tidak disertakan maka tanda kurung harus digunakan, lihat contoh berikut:

#!/bin/bash

function say_hello{

echo “Hello,apa khabar”

}

balas(){

echo “Baik-baik saja”;

echo “Bagaimana dengan anda ?”;

}

#panggil fungsi say_hello

say_hello;

#panggil fungsi balas

balas;

Hasilnya:

[fajar@linux$]./fungsi2

Hello, apa khabar

Baik-baik saja

Bagaimana dengan anda ?

9.1. Mengirim argumen sebagai parameter ke fungsi

tentunya suatu fungsi lebih berdaya guna apabila dapat menerima argumen yang dikirim oleh pemanggilnya dan memproses argumen tsb didalam fungsinya, fungsi yang kita buat pada bash shell tentunya dapat melakukan hal tsb, apabila pada pemanggilan fungsi kita menyertakan argumen untuk diproses fungsi tsb, maka bash akan menyimpan argumen – argumen tsb pada parameter posisi 1,2,3,dst…,nah dengan memanfaatkan parameter posisi tsb tentunya kita dapat mengambil nilai yang dikirim. lebih jelasnya anda lihat contoh berikut:

#!/bin/bash

function hello{

if [ -z $1 ]; then

echo “Hello, apa khabar anda”

else

echo “Hello $1, apa khabar”;

fi

}

#masukkan nama anda disini

echo -n “Nama anda :”;

read nama

#panggil fungsi dan kirim isi variabel nama ke fungsi untuk dicetak

hello $nama;

Hasilnya:

[fajar@linux$]./fungsi3

Nama anda : pinguin

Hello pinguin, apa khabar

lihat fungsi hello, sebelum mencetak pesan kita melakukan pemeriksaan dengan if terhadap parameter posisi $1 apabila kosong maka pesan “Hello, apa khabar anda” yang akan ditampilkan, tetapi jika ada string yang kita input maka string tersebut akan dicetak di dalam blok else pada fungsi. argumen pertama diteruskan ke variabel 1, argumen kedua pada variabel 2, dst.. jika argumen yang dikirim lebih dari satu.

9.2. Cakupan Variabel

secara default variabel – variabel yang digunakan dalam script adalah variabel bersifat global, maksud global adalah bahwa variabel tsb dikenal dan dapat diakses oleh semua fungsi dalam script, tetapi bash menyediakan keyword localyang berfungsi membatasi cakupan (scope) suatu variabel agar dikenal hanya oleh fungsi yang mendeklarasikannya.coba lihat contoh berikut:

#!/bin/bash

proses(){

echo “Isi variabel a=$a”;

}

a=2;

proses();

proses $a

Hasilnya:

Isi variabel a=2

Isi variabel a=2

coba anda tambahkan local a pada fungsi proses menjadi

proses(){

local a;

echo -e “a didalam fungsi, a=$a”;

}

a=10;

proses()

echo “a diluar fungsi, a=$a”

proses $a

Hasilnya:

a didalam fungsi, a=

a diluar fungsi,  a=10

a didalam fungsi  a=

nah jelas perbedaannya jika mendeklarasikan variabel memakai keyword local menyebabkan variabel tersebut hanya berlaku pada fungsi yang mendekalarasikannya. pada contoh dalam fungsi proses variabel a dideklarasikan sebagai variabel local dan tidak diberi nilai.

Diakhir dokumentasi ini saya menyertakan contoh script sederhana untuk melakukan entry data-data KPLI (Kelompok Pencinta Linux Indonesia) dan menyimpannya ke sebuah file. perintah-perintah shell dan beberapa utility yang digunakan adalah:

  • apa yang telah anda pelajari diatas
  • utility test, touch
  • operator redirection “>>” untuk menambah data
  • sleep, grep (global regular expression parser), cut, cat, | (pipa), sort dan more
  • tput untuk menempatkan cursor pada koordinat tertentu (baris kolom)

sebagai latihan silahkan mengembangkan sendiri script dibawah ini:

#!/bin/bash

#——————————————————————

#(C) Moh.fajar Makassar 2001, contoh script buat para linuxer

#file ini adalah public domain, silahkan mendistribusikan kembali

#atau mengubahnya asalkan anda mengikuti aturan – aturan dari GPL

#

menu(){

clear

tput cup 2 8;

echo “SIMPLE DATABASE KPLI”

tput cup 3 11;

echo “1. Entry Data”

tput cup 4 11;

echo “2. Cari  Data”

tput cup 5 11;

echo “3. Cetak Data”

tput cup 6 11;

echo “4. Exit”

tput cup 7 9;

read -p “Pilihan anda [1-4] :” pil;

while [ -z $pil ] || [ $pil -lt 1 ] || [ $pil -gt 4 ];

do

tput cup 7 9

read -p “Pilihan anda [1-4] :” pil;

done

}

entry()

{

tput cup 9 27

echo “Enrty data”

tput cup 11 27

echo -n “Nama KPLI :”;

read nama;

while  [ -z $nama ] || grep  $nama $data -q -i;

do

tput cup 13 27

echo “Ops Tidak boleh kosong atau $nama sudah ada”;

sleep 3

clear

tput cup 11 27

echo -n “Nama KPLI :”;

read nama;

done

tput cup 12 27

echo -n “Kota      :”;

read kota;

tput cup 13 27

echo -n “Alamat    :”;

read alamat;

tput cup 14 27

echo -n “Email     :”;

read email;

tput cup 16 27

echo “Rekam data ke file”

if !(echo $nama:$kota:$alamat:$email>>$data); then

echo “Ops, gagal merekam ke file”

exit 1;

fi

sleep 3;

}

cari(){

tput cup 9 27

echo “Cari data per record”

tput cup 11 27

echo -n “Nama KPLI   :”;

read nama;

while [ -z $nama ];

do

tput cup 13 27

echo “Ops, nama tidak boleh kosong”

sleep 3;

tput cup 11 27

echo -n “Nama KPLI   :”;

read nama;

done

if found=`grep $nama $data -n -i`; then

tput cup 12 27

echo -n “Kota        :”;

echo “$found” | cut -d: -f3

tput cup 13 27

echo -n “Alamat      :”;

echo “$found” | cut -d: -f4

tput cup 14 27

echo -n “Mail        :”;

echo “$found” | cut -d: -f5

tput cup 16 27

echo -n “Record ke- $found” | cut -d: -f1

else

tput cup 13 27

echo “Ops, data tidak ditemukan”;

fi

}

cetak()

{

tput cup 12 27

echo “Tampilkan Data”

tput cup 13 27

echo -n “1->Ascendig, 2->Descending :”

read mode

clear;

if [ -z $mode ] || [ $mode -eq 1 ]; then

cat $data | sort  | more -d

elif [ $mode -eq 2 ]; then

cat $data | sort -r | more -d

else

cat $data | sort | more -d

fi

}

#block utama

data=”mydata”

if !(test -e $data); then

if !(touch $data); then

echo “gagal buat file database”

exit 1

fi

fi

lagi=’y’

while [ $lagi == 'y' ] || [ $lagi == 'Y' ]

do

menu;

case $pil in

1) entry

;;

2) cari;

;;

3) cetak

;;

4) clear;

exit 0;

;;

*)

echo “$pil, tidak ada dalam pilihan”

;;

esac

tput cup 18 27

echo -n “Ke Menu (y/t): “;

read lagi;

done

clear

tentunya kemampuan script ini dapat kita tambahkan dengan mudah sehingga mendekati program database sesungguhnya, utility seperti tr, paste, egrep, lpr, dll.. cukup baik dan membantu untuk digunakan.


sumber :man bash,info bash,man tput,man terminfo
saran & kritikan kirim ke fajarmks@yahoo.com

Instalasi windows xp

Instalasi windows xp dengan cd

1.Siapkan Cd Instal Windows XP yang bootable (cd windows xp yang bisa booting/bootable).
Jika Cd windows xp tidak bootable maka anda terlebih dahulu harus menginstal windows 98, lalu baru menginstal windows xp biasa (seperti menginstal program)
Ingat dan catat serial numbernya.
2.Yang pasti computer anda ada cd roomnya, he..he…he….
3.Backup data/documents apa saja yang menurut anda penting yang ada didalam drive C ke drive lainnya misal ke drive D.
Karena semua data/program yang ada didalam drive C semuanya akan hilang, kecuali anda merepair/memperbaiki maka data/program yang ada di drive C tidak akan hilang
4.Siapkan Cd driver yang dibutuhkan oleh computer anda, seperti driver motherboat, sound, dan driver VGA card
5.Jika anda perokok siapkan rokok terlebih dahulu supaya tidak bosen, karena instalasi memakan waktu kurang lebih setengah jam (tergantung kecepatan computer anda), jika anda suka akan kesehatan siapkan saja makanan ringan :D
6.Jika anda belum Sholat, lebih baik Sholat dulu karena biasanya kalau didepan computer orang akan lupa segalanya, dan jangan lupa berdo’a supaya proses instalasi ini berjalan seperti yang anda inginkan…..amin.

Proses Instalasi :
1.Masukan CD installer Windows Xp kedalam Cd room anda.

2.Restar computer.

3.pilih booting awal ke Cd room

Untuk mengganti booting awal ke cd room anda bisa masuk ke bios dengan cara restart computer lalu tunggu tulisan Pres Del to enter setup, dan anda harus menekan tombol Del yang ada di keyboard. Otomatis tampilan layar monitor akan menuju bios biasanya warna biru, kemudian anda cari sub menu yang memanagement booting (biasanya sub menu advance bios feature-boot sequence).
Jika Motherboat anda keluaran terbaru untuk mengganti booting awal ke cd room anda cukup menekan tombol F8 atau F10 atau F11, tentunya setelah anda restart.
Jika anda masih belum mengerti tanyakan pada teman anda yang menurut anda mengetahui sedikit banyak tentang cara mengganti booting awal ke cd room.
Dan jika teman anda pun gak ada yang mengerti, sebaiknya tutup artikel ini, lalu anda cuci kaki dan gosok gigi kemudian tidur saja.

4.Setelah proses booting berhasil kemudian ada tulisan pres any key to boot from cd, maka anda harus menekan salah satu tombol di keyboard anda (misal tekan enter), setelah itu layar computer otomatis menjadi warna biru.
5.Anda akan berada pada layar window setup (tulisan window setup berada dipojok kiri atas), tunggu

6.kemudian muncul layar window xp proses setup (tulisan ini juga berada pada pojok kiri atas).dilayar ini anda akan dihadaokan pada pilihan seperti :
To setup window xp press ENTER
To repair winows xp installing using recovery……, press R
To quit setup……… press F3
Pada pilihan-pilihan tersebut anda pilih pilihan yang teratas yaitu anda tekan ENTER

7.Lalu anada dihadapkan pada layar window xp licenci agreement
Pada layar ini anda pilih/tekan F8

8.Kemudian anda dihadapkan lagi pada layar windowxp process setup, dilayar ini terdapat juga pilihan-pilihan seperti :
To repair, press R
To continue , press ESC (escape)
Pada pilihan-pilihan tersebut anda pilih pilihan yang kedua yaitu anda tekan ESC.

9.Kemudian anda dihadapkan lagi pada pilihan-pilihan, seperti :
To setup, press ENTER
To create……., Press C
To delete……., Press D
Pada pilihan-pilihan tersebut anda pilih pilihan yang teratas yaitu anda tekan ENTER

10.Kemudian anda juga akan dihadapkan kembali pada pilihan-pilihan, seperti :
To Continue, Press C
To Select Different….., Press ESC
Pada pilihan-pilihan tersebut anda pilih pilihan yang teratas yaitu anda tekan C

11.Lalu ada pilihan-pilihan lagi, seperti :

……….NTFS (Quick)
……….FAT (Quick)
……….NTFS
……….FAT
……….Confert to NTFS/FAT
……….Leave No Change.

Pada pilihan-pilihan tersebut terserah anda mau pilih yang mana tergantung anda apakah mau memakai system NTFS atau sytem FAT
Tetapi penulis biasanya memakai sytem FAT, karena FAT bisa dibaca pada System Windows 98.
Jadi pada pilihan tersebut diatas, pilih pilihan ke dua yaitu memakai System FAT. Tuliasan Quick berarti saat anda memformat Drive C tersebut Prosesnya Cepat.

12.Kemudian anda dahadapkan lagi pada pilihan-pilihan seperti :
To Format, Press F
To Select…, Press ESC
pada pilihan-pilihan tersebut anda pilih pilihan yang teratas yaitu anda tekan F


13.Lalu tekan ENTER, ENTER……


14.Anda tunggu Proses tersebut.


15.Nanti pada saat kurang lebih pada menit ke 33 akan muncul windows baru yaitu system meminta Serial Number, Waktu dan Area/Zona (pada saat memilih area/zona pilih GMT+7 yaitu area Jakarta)…..next


16.Tunggu Proses Instalasi……….


17.Pada Saat Komputer Restart anda jangan menekan apa-apa sampai proses instalasi tersebut selesai.


18.Setelah proses instalasi selesai, kemudian anda install Drivernya.

Instalasi Window dengan flashdisk

Instalasi Window dengan flashdisk

Kemaren siang sampai sore saya habiskan untuk menginstall windows disalah satu komputer client warnet yah error , gak tau kenapa gak bisa diperbaiki lagi sehingga harus di install ulang. Masalahnya komputer tersebut tidak memiliki cd-rom , solusinya banyak sih untuk nginstall windows dengan kondisi komputer seperti ini, pasang cd rom atau bisa di coba install windows melalui usb flash disk dan yang tidak di anjurkan di bawa ke toko komputer buat di installin orang hehe ( mending sendiri ) .

Penginstallan windows xp dari flash disk ini juga sangat berguna untuk menginstall windows xp di beberapa notebook yang memang tidak dilengkapi dengan cd-rom seperti seri mini notebook semacam Asus Eee pc. Memang bisa diakalin dengan menginstall menggunakan external cd-rom, tapi untuk lebih menghemat kita bisa mencoba menginstall windows dengan hanya menggunakan flash disk ( harga 60 rebu juga dapat 1 biji ).

Dengan perkembangan teknologi flash disk sekarang yang memiliki kapasitas semakin besar maka kita dengan mudah bisa menggunakan flash disk untuk menginstall windows , berikut syarat2 yang harus di persiapkan .

1. Flash disk apa aja ( kalau bisa minimal 1GB ).

2. komputer korban ( victim )

3. komputer master , lengkap dengan cd-rom tentunya ( untuk membuat master flash disk )

3. cd windows xp ( asli atau palsu terserah )

4. program untuk modul installasi

- USB_PREP8 ( download via indowebster)

- PEtoUSB  ( download via indowebster)

setelah pernah pernik diatas sudah siap maka langkah selanjutnya memulai installasi windows xp dari flash disk :

langkah-langkahnya sebagai berikut :

1. Colok flash disk ke komputer master dan catat posisi drivenya , apakah di F:, G:, H:, O: dan sebagainya

2. extrak file2 yang diatas , USB_PREP8 dan PEtoUSB kedalam satu folder  misalkan  C:/usb ( hasil extrak file USB_PREP8 jadi 1 folder, copy smua file dah pindahkan ke folder C:/usb) demikian juga file PEtoUSB.

3. Siapkan cd instalan windows xp dan masukkan ke cd rom komputer master .

4. selanjutnya buka folder C:\USB yang sudah dibuat dan berisi file2 tersebut diatas.

5. Selanjutnya jalankan file bernama “usb_prep8.bat” lalu akan muncul sebuah windows command prompt berisi bermacam2 perintah

tekan sembarang tombol aja di keyboard.

6. selanjutnya di layar komputer kamu akan muncul program PEtoUSB yang meminta untuk memformat flash disk kamu , klik start aja langsung.

7. Jika proses format sudah selesai, tutup program PEtoUSB ( jangan tutup windows command prompt usb_prep8.bat ) di layar akan muncul opsi-opsi dari 0 hingga 5.

8. Selanjutnya pilih opsi ke 1 untuk memilih sumber file installasi windows ( pilih drive cd rom kamu aja yang berisi cd installan windows ) atau juga bisa folder yang berisi file2 source instalasi windows.

9. setelah diatas , akan diminta lagi memilih opsi dan pilih opsi ke 3 untuk mentukan dimana kamu mencolokkan flash disk kamu, kalau di drive E maka ketik e dan tekan enter.

10. setelah tahap ini pilihlah opsi 4 untuk memulai proses pembuatan modul instalasi yang nantinya akan disalin ke flash disk secara otomatis. Jawab apa pun konfirmasi yang muncul dengan Y atau YES atau OK atau bentuk persetujuan lain. dalam proses ini akan memakan waktu yang cukup lama, proses pembuatan modul instalasi / pengcopyan file ke flash disk kamu ( mungkin lebih dari 15 menit )
yang sabar aja, setelah selesai sekarang kamu sudah memiliki flash disk yang bootable dan mampu menginstall windows secara langsung.

11. cabutlah flash disk dari komputer master lalu colokkan ke komputer victim untuk memulai installasi, bootlah komputer kamu dari flash disk .

lalu dilayar akan muncul 2 opsi penginstallan, pilihlah opsi yang kedua dan proses penginstalan windows akan mulai berjalan.

Instalasi Opensuse

Instalasi Opensuse

Proses instalasi pada openSUSE 11.0 menggunakan feature terbaru dari QT4 yang menjadi pondasi bagi KDE 4. Penggunaan QT4 ini membawa perbaikan pada kecepatan proses instalasi dan kemudahan melakukan styling pada wizard instalasi. Stephan Kulow-openSUSE project manager- dan Jakub Steiner-openSUSE graphic Designer-berkolaborasi untuk membuat proses instalasi berjalan dengan cepat dan dengan tampilan yang chic menyejukan mata.

Desktop Selection

os110beta2-inst9-thumb.jpg

Paduan antara warna hijau dengan warna gelap yang sophisticated ini tidak hanya terdapat pada proses instalasi, melainkan terdapat juga pada boot dan splash screen.

Quicker, Faster, Smarter

Proses instalasi openSUSE 11.0 mengadopsi berbagai perbaikan dalam hal metode dan proses instalasi. Jika instalasi pada openSUSE 10.3 masih membutuhkan tahapan yang cukup banyak, openSUSE 11.0 hanya membutuhkan 7 kali klik, itupun sebagian besar hanya Yes, No dan Next :-) . Untuk melihat feature dalam bentuk presentasi, silakan download file presentasi Stephan Kulow pada LinuxTag 2008.

Dari sisi kecepatan, proses instalasi berjalan lebih cepat karena openSUSE 11.0 mengadopsi model instalasi berbasis pattern image. Instalasi berbasis pattern image jauh lebih cepat karena software sudah dikelompokkan kedalam satu set pattern tertentu. Instalasi untuk KDE 4 Desktop misalnya, sudah dikelompokkan dalam 1 pattern tertentu sehingga YAST tidak perlu mencari dan melakukan instalasi software satu per satu. Duncan Mac Vicar membuat beberapa posting blog mengenai kualitas instalasi berbasis pattern disini, sana, sono dan situ :-) .

Perubahan lain dari sisi instalasi adalah penggunaan LZMA payload dari bzip2, yang berdampak pada ukuran file RPM yang lebih kecil. Hasil akhirnya adalah CD/DVD memuat software yang lebih banyak, proses download jauh lebih cepat dan proses decompresi menjadi lebih singkat. Perubahan ini sendiri membuat proses instalasi untuk 1 file RPM bisa mencapai 2.6X lebih cepat.

Kesemua perbaikan membuat proses instalasi dapat dilakukan hanya dalam waktu 20 menit !

Catatan : Tentu tergantung pada kecepatan dan memori komputer. Lama waktu diatas adalah standar untuk Pentium 4 dengan memori 512 MB, dilakukan untuk instalasi LiveCD.

Instalasi Melalui CD (Live Installer)

openSUSE 11.0 hanya akan meniadakan 1 CD instalasi. Jika openSUSE 110.3 memiliki 1 CD installl (Gnome atau KDE), 1 CD LIve (Gnome atau KDE) dan 1 DVD Install, openSUSE 11.0 hanya akan menyediakan 1 LIveCD (Gnome atau KDE) dan DVD Install lengkap.

openSUSE LiveCD dapat dijalankan langsung melalui booting via CD ROM dan diinstall ke harddisk melalui menu yang ada pada desktop.

Fasilitas LiveUSB masih dalam tahap experiment namun saya pribadi akan menyediakannya begitu openSUSE 11.0 secara resmi dirilis. Proses pembuatan LiveUSB dapat dengan mudah dilakukan menggunakan KIWI atau melalui Windows !

os110beta3-live-inst2-thumb.png

GNOME Live CD Installer

LiveCD bisa digunakan sebagai media test drive fasilitas yang ada pada openSUSE 11.0. Proses instalasinya juga sangat mudah dan hanya membutuhkan beberapa langkah singkat.

Sumber : http://www.vavai.com/blog/index.php?/archives/749-openSUSE-11.0-Preview-1-Proses-Media-Instalasi,-Simple-Faster.html

Langkah Instalasi window xp